Minggu, 15 Januari 2012

Kegagalan Arsitektur Terhadap Lingkungan



Arsitektur merupakan seni dan ilmu dalam merancang bangunan (sumber:Wikipedia).Ketika kita melihat suatu kota, negara, atau bahkan dunia, kita dapat melihat berapa banyak karya-karya arsitektur yang menghiasi isi didalamnya.Pembangunan identik dengan awal dimana muncul sebuah karya arsitektur.Bangunan-bangunan yang ada didunia ini memiliki nilai fungsi dan estetika yang berbeda.Sebuah bangunan yang dibangunpun tentuanya memiliki dampak bagi lingkungan sekitar maupun bangunan itu sendiri.Bangunan yang memiliki kekuatan, fungsi, dan estetika yang baik tentulah akan jauh lebih baik jika memberikan dampak yang positif, begitupun sebaliknya.
Jika kita pikirkan, awal mula suatu pembangunanpun telah memiliki dampak, salah satu contohnya jika suatu lahan kosong yang memiliki fungsi sebagai area terbuka dalam suatu kota, akan dialihkan sebagai pemanfaatan suatu bangunan, tentulah akan memberikan dampak, misalnya menjadi terbatasnya lahan terbuka disuatu kota tersebut.Namun tidak semua bangunan memberikan dampak negative.
Bicara mengenai kegagalan arsitektur dan dampak negatifnya, tentulah pembangunan yang gagal akan memberikan dampak yang negatif.Kegagalan dalam arsitektur tidak hanya dinilai dari salahnya sitem struktur dan konstruksi pada bangunan, tapi juga dilihat dari pola tata ruang dan keamanan dari bangunan tersebut.Pola tata ruang yang dimaksud merupakan tatanan yang baik dalam suatu ruang pada bangunan yang dapat memberikan kenyamanan pada penghuninya.Namun, jika dilihat kurang tepatnya rencana system struktur dan konstruksi yang kurang tepat tentu akan menyebabkan terjadinya hal yang vatal dalam bangunan tersebut kerena dapat mengancam keselamatan para penghuni didalamnya.
Jika hal tersebut terjadi, jelas akan menimbulkan kegagalan dalam arsitektur.Seorang arsitek bukan hanya membangun sebuah bangunan yang indah, berfungsi baik tapi juga harus memikirkan dampak apa yang terjadi jika sebuah tersebut dibangun.Tentulah sebelum memulai sebuah pembangunan, arsitek harus paham terhadap cara-cara, perencanaan dan perancangan suatu bangunan.Karena perencanaan dan perancangan yang baik,  tentulah akan berdampak baik pula.Sebaliknya kegagalan dalam arsitektur bisa terjadi karena kurang tepatnya perencanaan dan perancangan dalam membangun sebuah bangunan, yang mengakibatkan suatu bangunan tersebut mengalami suatu kegagalan, bukan hanya pada bangunan tersebut melainkan juga terhadap lingkungan sekitar.Jika sudah seperti ini siapakah yang bertanggung jawab ? Oleh karena itu, seorang arsitek harus dapat memahami dengan baik point-point penting dalam merencanakan sekaligus merancang suatu bangunan.Karena bangunan yang indah, tidak hanya indah jika tidak dapat berfungsi dengan baik  dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

sumber gambar : www.google.com

Greencity



Bicara mengenai kota hijau (Greencity) rupanya tidak serupa dengan apa yng kita bayangkan pada kota-kota saat ini.Kota-kota besar pada umumnya merupakan kota yang memiliki dan menghasilkan perekonomian yang baik didalamnya.Jika dalam segi arsitektur kota-kota besar pada   umumnya bukan hanya terlihat dari kepadatan penduduk yang menempati bangunan-bangunan didalamnya, tapi juga padatnya bangunan-bangunan bertingkt atua bahkan gedung-gedung pencakar langit yang menghiasi kota tersebut.
Realitnya banyak dari kota-kota saat ini yang lebih memfokuskan pada pembangunan dan fungsi pokok dari pembangunan bangunan tersebut tanpa melirik dampak-dampak yang akan timbul dari sisi lingkungan sekitar maupun dari bangunan itu sendiri.Karena pembangunan tentunya memiliki dampak positif maupun dampak negative.
Jika yang terlihat  saat ini, Pada kota-kota besar dari egi arsitektur mungkin kita akan kagum terhadap design-design arsitektur dari gedung-gedung yang memiliki estetika yang indah, Namun indah saja tidak cukup jika tidak memiliki kekuatan dan fungsi , Seperti 3 syarat sisitem struktur menurut vitrusvius yakni Firmitas (kekuatan), Venustas(Keindahan), dan Utilitas (kegunaan).Alagkah lebih baiksuatu kota tidak hanya dilihat dari tingkat perekonomian yang baik atau design-design dari bangunan yang indah saja,Namun kota tersebut akan jauh lebih baik jika melihat dan memikirkan dampak yang positif untuk kota itu sendiri.
Bayangkan, satu gedung pencakar langit dalam sebuah kota yang menggunakan kaca sebagai fasad bangunan, Tentulah berdampak terhadap pemansan global (Global Warming) yang jelas bukan hanya akan berdampak negatif bagi lingkungan sekitar, Tapi juga terhadap bumi kita.Itu baru satu gedung dalam satu kota, Coba bayangkan ada berapa banyak gedung didunia ini yang sama halnya.Begitupun dengan lahan-lahan  kosong yang memiliki vegetasi yang baik yang dialihkan untuk pembangunan dn maraknya pembangunan yang membuat RTH (Ruang Terbuka Hijau) pun menjadi minim.Sedangkan jumlah polusi udara kian meningkat.Oleh karena itu, Dapatkah kita melihat dan memikirkan dampak-dampak tersebut dengan beralih membangun sebuah kota hijau (Greencity).
Jika dilihat dari Nama Greencity memiliki arti kota yang hijau, Kota yang menyumbangkan nilai dan dampak-dampak positif bagi lingkungan sekitar dan bangunan itu sendiri.Seperti apa kota yang hijau? Kota yang hijau jelas merupakan kota yang dirancang dengan system rencana tata ruang kota yang baik, Kota dimana memberikan solusi-solusi dari masalah-masalah yang ada didalam sebuah kota, Bukan hanya dari segi arsitektur tapi juga dalam segi kesehatan.Kota yang melindungi dan peduli akan bumi,dan pembangunan didalamnya.Dan Bagaimana sutau kota dapat disebut sebagai Greencity? Jika kita pahami, Greencity bukan hanya sebuah lebel, seperti yang telah dijelaskan diatas, Dalam membangun sebuah bangunan kita dapat menyisihkan 40% untuk vegetasi ,Dan terus mengembangkan RTH, Karena RTH sangat penting dimana maraknya polusi udara dari banyaknya asap-asap yang berasal dari hasil pembakaran industri yang mencemari udara dapat diserap oleh banyaknya penanaman pohon di RTH,disepanjang jalan, maupun dilingkungan bangunan dapat menggantikan CO2 (Karbondioksida), CO (karbonmonoksida), menjadi O2 (Oksigen) sebagai udara segar yang baik.Dan adanya penanaman
pohon juga dapat menyerap panas matahari.Bayangkan jika dalam pembangunan semuanya menerapkan dan menyisihkan 40% lahan yang ada sebagai tmpat untuk vegetasi, Jauh kota tersebut akan lebih baik dan sehat tentunya.Dalam segi estetika, jelas siapa yang tidak terpesona akan keindahan sebuah kota yang bukan hanya dihias oleh hijaunya sebuah kota yang indah dan menyehatkan bagi penduduk, Lingkungan sekitar, dan bangunan itu sendiri,serta tentunya menjaga dan melindungi Bumi kita.


sumber gambar : www.google.com

Minggu, 23 Oktober 2011

Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Ruang terbuka Hijau (RTH) merupakan Ruang dimana ruang tersebut memiliki banyak pepohonan hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota sekaligus taman kota yang baik.selain sebagai paru-paru kota,  Ruang tebuka hijau juga berfungsi sebagai daerah sumur resapan yang baik.Dari gambar diatas merupakan Ruang terbuka hijau yang baik karena terlihat banyak pepohonan hjau yang tetata rapi , bersih, dan arsi seingga membuat banyak orang untuk mengunjunginya, karena selain akan merasakan fungsi yang baik mereka juga akan measakan kenyamannan.
Disebut sebagai paru-paru kota , karena disinilah tempat dimana terjadinya pertukaran udara yang baik.RTH ini dapat menyumbangkan O2 (oksigen) dan mengambil CO2 (karbondioksida) dan CO (karbonmonoksida) dari sisa pembuangan asap-asap kendaraan, sehingga dapat mengurangi polusi udara.RTH juga merupakan vegetasi yang baik karena dapat mengurangi polusi suara (kebisingan) dipinggir jalan kota.Selain itu RTH juga disebut sebagai daerah sumur resapan yang baik, karena di RTH inilah air hujan yang nantinya akan turun ketanah dapat mudah meresap masuk kedalam tanah dibandingkan permukaan yang tertutup oleh aspal, sehingga dapat menjadi solusi menanggulangi bencana banjir khususnnya diibukota.Di ruang terbuka hijau ini juga menjadi ruang terbuka sebagai sarana bermain, berolahraga, atau sekedar berjalan-jalan mencari ketenangan.
Di ibu kota sendiri yang sedang dalam masa maraknya pembangunan, terutama gedung-gedung tinggi yang memakan banyak lahan, membuat lahan-lahan kosong semakin berkurang terutama untuk pembanguan RTH.Oleh karena itu, diharapakn pembangunan RTH dapat terus diperhatikan minimal disepanjang jalan ,dipinggirnya tertanam pepohonan sebagai paru-paru kota, dan rencana pembangunan yang sedang berjalan juga diharapkan dapat memikirkan adanya RTH yang baik.

Sumber gambar : www.google.com

Senin, 10 Oktober 2011

ARSITEKTUR DAN LINGKUNGAN

  Komentar :   Dari gambar diatas, saya menilai bahwa suatu bangunan seharusnya dapat memikirkan lingkungan disekitarnya.Hal tersebut sangatlah penting, karena lingkungan dapat mempengaruhi daerah-daerah yang berada disekitar lingkungan tersebut.Lingkungan dapat memberikan dampak bagi suatu bangunan yang berada dilingkungan tersebut.Lingkungan yang baik dan bersih tentunya akan berdampak baik pula terhadap bangunan-bangunan disekitar, begitu pula sebaliknya. Dari gambar diatas kita dapat menilai dampak dari lingkungan yang kurang sehat akan berdampak kurang baik pula terhadap bangunan disekitarnya.Dampak diatas terlihat adanya pencemaran dari limbah industri yang sangat jelas akan merusak lingkungan dan bangunan yang berada diarea tersebut karena dapat menyebabkan pencemaran air yang tidak baik seperti banyaknya ikan-ikan yang mati, dan bahayanya racun yang tekandung dalam limbah tersebut terhadap manusia.Hal tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan bangunan-bangunan industri yang sebagian besar menjadi faktor utama terhadap pencemaran lingkungan dari limbah industri, dengan mencari solusi terhadap masalah ini dengan mengurangi pembuangan limbah atau dapat mendaur ulang limbah tersebut. Akan lebih baik lingkungan tersebut menambah RTH (RuangTerbuka Hijau), khususnya dikawasan industri yang jelas sebagian besar minim akan udara bersih, karena disebabkan banyaknya polusi udara dari kawasan industi tersebut.RTH ini dapat menyumbang udara segar yang dapat mengurangi polusi udara. Dengan demikian bangunan-bangunan disekitar kawasan industri dapat menjaga sekaligus berdampak baik terhadap lingkungan sekitar.

sumber gambar : www.google.com

Selasa, 27 September 2011

Arsitektur Dan Lingkungan





Komentar :

Dari gambar diatas, saya menilai bahwa suatu bangunan seharusnya dapat memikirkan lingkungan disekitarnya.Hal tersebut sangatlah penting, karena lingkungan dapat mempengaruhi daerah-daerah yang berada disekitar lingkungan tersebut.Lingkungan dapat memberikan dampak bagi suatu bangunan yang berada dilingkungan tersebut.Lingkungan yang baik dan bersih tentunya akan berdampak baik pula terhadap bangunan-bangunan disekitar, begitu pula sebaliknya.
Dari gambar diatas kita dapat menilai dampak dari lingkungan yang kurang sehat akan berdampak kurang baik pula terhadap bangunan disekitarnya.Dampak diatas terlihat adanya pencemaran dari limbah industri yang sangat jelas akan merusak lingkungan dan bangunan yang berada diarea tersebut karena dapat menyebabkan pencemaran air yang tidak baik seperti banyaknya ikan-ikan yang mati, dan bahayanya racun yang tekandung dalam limbah tersebut terhadap manusia.Hal tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan bangunan-bangunan industri yang sebagian besar menjadi faktor utama terhadap pencemaran lingkungan dari limbah industri, dengan mencari solusi terhadap masalah ini dengan mengurangi pembuangan limbah atau dapat mendaur ulang limbah tersebut.
Akan lebih baik lingkungan tersebut menambah RTH (RuangTerbuka Hijau), khususnya dikawasan industri yang jelas sebagian besar minim akan udara bersih, karena disebabkan banyaknya polusi udara dari kawasan industi tersebut.RTH ini dapat menyumbang udara segar yang dapat mengurangi polusi udara.
Dengan demikian bangunan-bangunan disekitar kawasan industri dapat menjaga sekaligus berdampak baik terhadap lingkungan sekitar.


sumber gambar : www.google.com

Senin, 30 Mei 2011

Manusia dan Kegelisahan

A. PENGERTIAN KEGELISAHAN
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan menipakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala; memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya; duduk termenung sambil memegang kepalanya; duduk dengan wajah munmg atau sayu, malas bicara; dan lain-lain.
Kegelisahan menipakan salah satu elcspirsi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.
(a). Kecemasan obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda-benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
Kenyataan yang pemah dialami seseorang misalnya pemah terkejut waktu diketahui dipakaiannya ada kecoa. Keterkejutannya itu demikian hebatnya, sehingga kecoa merupakan binatang yang mencemaskan. Seseorang wanita yang pemah diperkosa oleh sejumlah pria yang tidak bertanggung jawab, sering ngeri melihat pria bila ia sendirian, lebih-lebih bila jumlahnya sama dengan yang pemah memperkosanya. Kecemasan akibat dari kenyataan yang pemah dialami sangat terasa bilamana pengalaman itu mengancam eksistensi hidupnya. (b). Kecemasan neorotis (syaraf)
Kecemasan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi tiga macam, yakni :
(1) Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan. Kecemasan timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri, atau takut akan id-nya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa seseuatu yang hebat akan terjadi.
(2) Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah, bahwa intensitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenamya dari obyek
yang ditakutkannya. Misalnya seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah dianalisis; ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon karet oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya. Dalam suatu pertengkaran ia memecahkan balon adiknya, sehingga ia mendapat hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet.
(3) Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap dan sebagainya. Reaksi ini munculnnya secara tiba-tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan din yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neorotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id meskipun ego dan superego melarangnya.
(c). kecemasan moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang.Tiap pribadi memiliki bennacam-macam emosi antara lain: hi, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
Rasa iri, benci, dengki, dendam itu merupakan sebagian dari pemyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat. Oleh karena itu sering alasan untuk iri, benci, dengki itu kurang dapat dipahami orang lain.

B. SEBAB-SEBAB ORANG GELISAH
Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

C. USAHA-USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama hams mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita hams bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Contoh
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena is merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu hams bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.

D. KETERASINGAN
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pemah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga is tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

E. KESEPIAN
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pemah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Sebab-sebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kespian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.
Contoh
Pangeran Sidharta, putra raja Kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian, dan ketidakpastian. Karena frustasi menyaksikan kontradiksi keadaan istana dengan keadaan luar istana yang penuh penderitaan, maka ia meninggalkan istana pergi ke tempat yang sepi, mencari hakekat hidup.

F. KETIDAKPASTIAN
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Ketidakpastian tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat orang gelisah. lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidakpastian ini akan merugikan, karena status dari karir itu terancam. Karena ketidakpastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubung ada orang lain yang lebih dulu memenuhinya.

G. SEBAB-SEBAB TERJADI KETIDAKPASTIAN
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan.
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
2. Phobia
Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
3. Kompulasi
Ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
4. Histeria
Ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dan sikap orang lain.
5. Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman. Delusi ini ada tiga macam, yaitu :
a. Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitamya jelek. Seseorang yang mengalami delusi persekusi tidak mau mengenal tetangga kifi kanan karena menganggap jelek.
b. Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti itu biasanya gila honnat. Menganggap orang-orang disekitamya sebagai orang-orang tidak penting. Akhimya semua orang menjauhi juga.
c. Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyuten atau dikenal dengan nama delirium trements, hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tak tericuasa lagi.
Contoh :
Pak Joyo orang kampung pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk diminta kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, is gemetar, keringat dingin mengucur, ditanya ini itu tak bisa menjawab, mulutnya gemetar. Akhimya jaksa tak memperoleh kesaksian apa-apa darinya.
6. Halusinasi.
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Dengan sugesti din orang dapat juga berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang karena halusinai orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasamya, sehingga dengan timbulnya halusinasi dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya. Ini nampak dalam perbuatan perbuatan penderita. ( penderita itu dapat menyadari perbuatan itu, tetapi tidak dapat menahan rangsang khayalan sendiri)
7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini nampak pada keseluruhan pribadinya: gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bemafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, termenung, menyendiri.

H. USAHA-USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maim jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
sumber :
www.google.com
http://achmadsaugi.wordpress.com/2010/05/28/manusia-dan-kegelisahan/

manusia dan tanggung jawab serta pengabdian

A. Pengertian Tanggung Jawab dan Pengabdian Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Yang juga berarti perwujudan dari kesadaran akan kewajiban. Manusia apada hakikatnya adalah makhluk yang bertanggunng jawab. Disebut demikian karena manusia, selain merupakan makhluk individual dan makhluk social, juga merupakan makhluk tuhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk bertanggung jawab mengingat ia memenhtaskan sejumlah peranan dalam konteks social, individual ataupun teologis. Menurut sifat dasar manusia adalah makhluk yang bermoral dan makluk social, yang saling membutuhkan. Oleh karena itu dalam hal ini manusia tidak harus bertanggung jawab pada dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain-lain, misalnya adalah: a. Tanggung jawab kepada keluarga Masyrakat kecil ialah keluarga. Maka setiap anggota yang ada dalam keluarga tersebut harus bertanggung jawab atas keluarganya, yang menyangkut nama baik keluarga. b. Tanggung Jawab pada Masyarakat Manusia merupakakn anggota masyarakat dan tak akan pernah lepas dari yang namanya kemasyarakatan. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatan harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. c. Tanggung Jawab kepada Bangsa dan Negara Manusia juga hidup pada suatu Negara yang mempunyai ukuran yang dibuat oleh Negara.yang juga harus dipertanggumg jawabkan apabila terbukti bersalah. d. Tanggung Jawab kepada Tuhan. Manusia hidup dalam perjuangan, begitu firman Tuhan. Tetapi bila manusia tidak bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri, penderitaan akibat kelalaian adalah htanggung jawabnya. Meskipun manusia perbuatannya yang saalah dengan segala jalan sesuai kondisi dan kemampuan, namaaun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawab diakhirat nanti. Pengabdian sendiri merupakan perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan antara lain kepada raja, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas. Timbulnya pengabdian itu hakikatnya ada rasa tanggung jawab. B. Kesadaran Kesadaran adalah keinsyafan akan perbuatannya. Sadar sendiri artinya merasa, tahu atau ingat kepada keadaan sebenarjnya. Jadi kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikiran yang telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakan. Kesadaran moral sangat penting untuk diperhatikan orang,karena pelanggaran moraldapapt berakibat merusak nama. Oleh sebab itu kesadaran moral perlu dijaga oleh setiap individu. Hal ini tidak berarti bahwa kesadaran yang lain tidak penting. Semua kesadran penting, karena ketidak sadaran adalah sal;ah satu hal yang dapat menggoncangkan atau sekurang-kurangnya membuat kepincangan dalam hidup. Justru pada umumnyaorang sadar akn perbuatanya, tetapi tidak disadarai, apakah perbuatan itu melanggar norma sopan santun, norma hokum, atau norma moral. Kalau orang itu ingin berbuat, maka berbuat sajalah. Orang berbuat tanpa kesadaran ini amat sedikit jumlahnya. Halite bisa terjadi karena kekeliruan. Tetapi mungkin jugakarena yang berbuat dalam keadaan tidak sadar.karena itu orang tersebut dapat bebas dari hukuman. C. Pengorbanan Pengorbanan bersal dari kata korban, artinya memberikan secara ikhlas, harta benda, waktu, tenaga pikiran bahkan mungkin nyawa, demi cintanya atau ikatannya dengan suatu atau demi kesetiaan, kebenaran. Disini perbedaan pengabdaian dan pengorbanan tidak sebegitu jelas, karena adanya pengabdian tentu adanya pengorbanan. Pengorbanan sendiri merupakan akibat dari pengabdianyang berupa harta,pikiran perasaandapat bahkan bberupa jiwa.yang diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih. Macam- macam pengornan juga bisa berupa: a. Pengorbanan kepada keluarga Yang pada hakikatnyamanusia hidup berkeluarga, dasar hidup berkkkeluarga adalahb kasih sayang\, dan kasih sayang mememrlukan adanya pengorbanan. b. Pengorbanan kepada masyarakat Manusia adalah mkhlukk social, yang pastinya merasa terikat dengan masyarakatnnya. Karena itu demi pengabdiannyakepada masyarakat ia tidak bebas dari pengorbanan. c. Pengorbanan kepada bangsa dan Negara. Seatiap orang didunaia ini mengakui bahwa manusia merupakananggota suatu bangsa dan warga Negara suatu Negara, dan mempunyai kewajiban antara lain membelanegara. Pembelaan itulah disebut pengorbanan. d. Pengorbanan karena kebenaran Demi kebenaran oaring tidak takut menghadapi apapun, perang kemerdekan misalnya mereka tidak takut mati demi kemerdekan hidup. e. Pengorbanan demi Agama Berkorban demi agama sama halinya kita berkkorban demi cintanya kita kepada Allah. Karena itu wajiblah manusia berkorban demi cinntanya kepada Agama, yang meruppakn juga adalah kebenran yang hakiki.

sumber :
www.google.com
http://kanal3.wordpress.com/2010/05/20/manusia-dan-tanggung-jawab-serta-pengabdian/